Di setiap tahun ajaran baru, pasti orang tua dan siswa disibukkan dengan pemilihan sekolah. Bagi yang bertekad di negeri dan harus bersekolah di negeri, maka perjuangan kesana apapun akan dilakukan, baik dari segi nilai atau dari segi lain.
Perbedaan sekolah negeri dan swasta ini cukup memusingkan para orang tua. Bagi yang merasa status sekolah negeri bukan pilihan utama, maka lebih memilih sekolah swasta dengan berbagai alasan pertimbangan.
Nah sekarang apa sih bedanya sekolah negeri dan swasta?
Berikut tabel perbandingannya, untuk selanjutnya terserah pembaca…
Sekolah Negeri
1. Bebas SPP. Karena ada dana bos.
2. Bebas uang bangunan.
3. Muridnya lebih banyak jumlahnya.
4. Program dan kurikulum standar, langsung ditentukan oleh Negara.
5. Semua siswa mendapatkan pengakuan dan perlakuan yang sama, terlepas dari bakatnya.
6. Umumnya siswa sekolah negeri memiliki nilai yang lebih baik di perguruan tinggi.
7. Perhatian guru terhadap murid secara individu tidak mendetail, lebih cenderung ke masalah pengajaran saja.
8. Tidak ada pembedaan status sosial dan status ekonomi
Sekolah Swasta
1. Sama dengan Negeri dapat Dana Bos
2. Biaya SPP cenderung lebih mahal.
3. Muridnya lebih sedikit sehingga lebih mudah dikontrol
4. Fasilitas lebih lengkap.
5. Ada uang bangunan yang biasanya juga mahal
6. Ukuran sekolah lebih besar.
7. Punya program dan kurikulum alternatif. Biasanya memberikan program-program khusus andalan dan punya sistem penilaian sendiri.
8. Status sosial dan status ekonomi lebih terasa
9. Perhatian terhadap perkembangan dan kemajuan bakat anak lebih menonjol
10. Sekolah swasta biasanya dibawah sebuah yayasan atau lembaga, dan punya kebijakan penerimaan siswa sendiri
11. Perhatian guru secara individu lebih mendetail, biasanya lebih banyak menanamkan nilai-nilai
Wajar sekolah Swasta lebih mumpuni dari sekolah Negeri dibandingkan ketika dilihat outputnya sekolah Swasta lebih bagus dari sekolah Negeri.
SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 2 BALIGE
Selasa, 19 April 2016
Minggu, 03 April 2016
Minggu, 28 Februari 2016
SMP Negeri 4 Balige Juara II Olimpiade MIPA YASOP Tahun 2016
Yayasan Soposurung Balige untuk yang ke 12
kalinya kembali menyelenggarakan Lomba Olimpiade MIPA (Matematika dan IPA)
untuk Tahun 2016 dari peserta pelajar SMP Kelas 9 sebanyak 351 orang dari 58
SMP dari Kabupaten/Kota Se-Sumatera Utara, Sabtu, (27/2) di Komplek Asrama
Yayasan Soposorung.
Mekar Sinurat, SH dalam sambutannya pada saat
pembukaan Olimpiade MIPA Tahun 2016, mengatakan bahwa, tujuan utama kegiatan
ini adalah untuk meningkatkan semangat berkompetisi di kalangan pelajar SMP
Sumatera Utara dalam pada mata pelajaran MIPA yakni Matematika, Biologi dan
Fisika Yayasan Soposurung menyelenggarakan Olimpiade MIPA Tahun 2016.
Olimpiade MIPA yang diikuti oleh siswa SMP dari
berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Utara setiap Tahun secara umum terus
mengalami permintaan untuk ikut sebagai peserta, akan tetapi karena
keterbatasan daya tamping panitia membuat persyaratan-persyaratan yang harus
dipenuhi oleh sekolah pengirim, kata Mekar Sinurat yang sehari-hari bertugas sebagai
Kepala Asrama Yayasan Soposurung.
“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk
partisipasi Yayasan Soposurung dalam memajukan pendidikan di Sumatera Utara,
dan seluruh kepanitiaan ini dilaksanakan oleh Senat Siswa Asrama Soposurung
Balige,” tegasnya.
Ketua Pelaksana, Rio Silaen menjelaskan
penyelenggaraan Olimpiade MIPA kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-12
kali. Dengan jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 351 pelajar dari 58 sekolah
yang tersebar di Sumatera Utara.
Peserta yang berhasil meraih juara pada Olimpiade
MIPA Tahun 2016 yang berlangsung sejak pukul 09.30 s.d. 14.30 WIB diantaranya
Sebagai Juara I dengan Skor 139 dan juga sebagai Peserta The Best mata
pelajaran Biologi yakni Samuel Kevin Pasaribu dari SMP Negeri 1 Sidikalang,
juara II yakni Sonia
Oktavia Napitupulu dengan skor 130 dari SMP Negeri 4 Balige,
Kemudian Juara III yakni Grace Trinita Simatupang
dengan skor 121 dari SMP Sw. Budi Dharma Balige, seba, gai Juara harapan I
yakni Niko Bernandus Simamora dari SMP Sw. Santo Paulus Sidikalang, Juara
harapan II yakni Parnaek Routher Siagian, sebagai Juara Harapan 3 Sharon
Berndetha Marbun dari SMP Sw. Budi Dharma Balige, dan 4 orang peserta mendapat
hadiah hiburan yakni masing-masing Jesica Yohana Panjaitan dari SMP Sw. Bona
Pasogit Sejahtera, Septian Afredo Silalahi dari SMP RK. Bintang Timur
P.Siantar, Winner De Bofan dari SMP Negeri 1 Simanindo dan Ruth Johana
HUtagalung dari SMP Sw. Budi Dharma Balige.
Seluruh peserta mendapat uang pembinaan, piagam,
tropy dan yang langsung di serahkan oleh Kepala Asrama Yayasan Soposurung
Balige Mekar Sinurat, SH didampingi oleh guru pendamping dari masing-masing
sekolah pemenang lomba. Selain Kategori penerima hadiah 10 besar, panitia juga
memberikan peserta sebagai The Best Bidang Fisika, Matematika dan Biologi,
yakni masing-masing Ruth Johana Hutagalung, Winner De Bofan dan Samuel Kevin
Pasaribu.
Sebagai Juara Umum pada Olimpiade MIPA Tahun 2016
ini diraih oleh SMP Swasta Santo Paulus Sidikalang dengan mendapat Piala
Bergilir dari Yayasan Sopusurng Balige. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Toba
Samosir Drs. Lalo H. Simanjuntak,M.Si didampingi Kepala SMA Negeri 2 Balige
Aldon Samosir, S.Pd pada saat pembukaan dalam sambutannya mengatakan bahwa saat
ini diperlukan generasi emas, artinya bahwa sekitar 30 tahun yang akan datang
tepat usia Indonesia 100 tahun meraih kemerdekaan dibutuhkan para generasi muda
yang akan mengisi jabatan strategis di Negara ini, akan menjadi pemimpin bangsa
ini kelak.
“Oleh karena itu, diharapkan berkompetisilah
dengan baik, raih kesuksesan untuk masa depan gemilang. Jauhkan diri anak-anak
dari kenakalan remaja dan narkoba, demi masa depanmu yang sejahtera”, tegas
Drs.Lalo Hartono Simanjuntak,mengakhiri sambutannya.
Jumat, 19 Februari 2016
Permasalahan Kode Bidang Studi Sertifikasi yang Berbeda
Pada saat-saat setelah masa
pengambilan data oleh pihak P2TK berakhir untuk setiap triwulan seperti
sekarang ini, umumnya focus perhatian operator dapodik maupun guru tertuju
kepada laman Lapor Tunjangan DIKDAS (LTD). Oleh karena itu, “pintu” masuk yang
disediakan dalam jumlah yang cukup banyak, lebih dari 10 mirror, ternyata
semuanya sulit untuk dibuka. Penyebabnya, semua ingin menengok data-data di
laman tersebut. Para guru jelas berkepentingan dengan data-datanya, karena
berkaitan dengan nasib tunjangan mereka, terutama penerima tunjangan profesi.
Lalu apa kepentingan operator?, walaupun operator mungkin tidak menerima
tunjangan, akan tetapi mereka juga ingin melihat hasil kerja mereka yang
berjuang tanpa kenal jam kerja agar bisa sinkronisasi.
Banyak sekali permasalahan terkait
data-data guru penerima tunjangan profesi yang ada di LTD. Salah satunya yaitu
perbedaan kode bidang studi sertifikasi, hal ini banyak dialami pada data guru
yang sertifikasinya sebelum tahun 2009. Perbedaan kode bidang studi sertifikasi
tersebut terjadi karena memang pada tahun 2009 dilakukan perubahan nomor kode
bidang studi sertifikasi. Mengapa diubah?, ini dimaksudkan untuk menyesuaikan
struktur kurikulum yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan
spektrum program studi pada sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mulai
diimplementasikan pada tahun 2009.
Banyak sekali guru yang
mempertanyakan permasalahan perbedaan kode tersebut, Apakah perbedaan itu bisa berdampak
pada tidak terbitnya SKTP?, Bagaimana cara merubahnya?. Kira-kira demikianlah
pertanyaannya.
Untuk membantu rekan-rekan guru yang
mengalami permasalahan tersebut, dalam tulisan ini saya akan membagikan
mekanisme yang harus ditempuh. Mekanisme ini saya kutip dari lampiran surat
BPSDMPK-PMP Nomor : 26269 /J/LL/2012 perihal penyesuaian nama
dank ode bidang studi sertifikasi.
Konversi
kode bidang studi sertifikasi guru hanya diperuntukkan bagipeserta sertifikasi guru tahun 2007 dan 2008 untuk bidang
studi tertentu.Dengan adanya
perubahan kode dan nama bidang
studi tersebut, maka
pemilik Sertifikat Pendidik tahun 2007dan 2008 akan mengalami perubahan nomor
peserta dan bidang
studi sertifikasi guru sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Pendidik.
Mekanisme
konversi nomor kode dan bidang studi sertifikasi guru sebagai berikut.
- Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengusulkan penyesuaian nomor kode dan nama bidang studi sertifikasi guru kepada Ketua Rayon LPTK dengan melampirkan dokumen yang diperlukan antara lain:
a. Sertifikat Pendidik yang
dilegalisasi oleh Kepala Sekolah.
b. SK tugas mengajar sejak mendapat Sertifikat Pendidik (Tahun
2007-2008) hingga 2012 yang
dilegalisasi oleh kepala sekolah dan
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
c. Ijasah S-1/D-IV.
- Rayon LPTK melakukan penelaahan usulan kemudian menyetujui atau tidak menyetujui usulan penyesuaian tersebut didasarkan atas pertimbangan akademik.
- Menerbitkan Surat Keterangan penyesuaian nomor kode dan bidang studi sertifikasi guru bagi yang disetujui dan mengirimkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
- Mengirimkan Rekap hasil penyesuaian kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan up. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, dan Kepala LPMP. Tapi kenyataan tidak seperti yang diharapkan ,kiranya pengambil kebijakan tentang sertivikasi guru ini dapat mengambil langkah dimana masalahnya ini,
Demikian artikel ini, semoga ada
gunanya. Salam.****
Rabu, 17 Februari 2016
Pengertian Pendidikan Karakter
Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan
istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral,
berkonotasi positif, bukan netral. Sedangkan Karakter menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi
pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dengan demikian karakter
adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan
dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah
hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang.
Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut
dengan temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang
dihubungkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Sedangkan karakter
dilihat dari sudut pandang behaviorial lebih menekankan pada unsur somatopsikis
yang dimiliki seseorang sejak lahir. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
proses perkembangan karakter pada seseorang
dipengaruhi oleh banyak faktor yang khas yang ada pada orang yang bersangkutan
yang juga disebut faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture) dimana orang
yang bersangkutan tumbuh dan berkembang. Faktor bawaan boleh dikatakan berada
di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan
faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan
ndividu. Jadi usaha pengembangan atau pendidikan karakter
seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari
lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan.
Faktor Pendidikan Karakter
Faktor lingkungan dalam konteks pendidikan
karakter memiliki peran yang sangat peting karena perubahan
perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat
ditentunkan oleh faktor lingkungan ini. Dengan kata lain pembentukan dan
rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya
sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar.
Pembentukan karakter melalui rekasyasa faktor lingkungan dapat dilakukan
melalui strategi :
- Keteladanan
- Intervensi
- Pembiasaan yang dilakukan secara Konsisten
- Penguatan.
Dengan kata lain perkembangan dan
pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan,
intervensi melalui proses pembelajaran,
pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara
konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur
Sabtu, 06 Februari 2016
PERHATIKAN KUALITAS PENDIDIKAN KITA
Menjelang ujian Nasional orangtua mungkin disibukkan
dengan berbagai urusan yang berkaitan dengan kelanjutan pendidikan. Sebagian
bisa saja susah ketika menghadapi kenyataan biaya pendidikan ternyata tinggi,
bisa juga ada yang terkejut karena anaknya tidak lolos akibat nilai ujian
nasional tidak memenuhi standar. Hal terakhir inilah yang barangkali cukup
banyak dijumpai di masyarakat. Penerimaan siswa yang semata-mata didasarkan
atas nilai ujian nasional, banyak yang disesalkan sekarang. Kontroversi tentang
ujian nasional itu sudah berlangsung sejak lama dan dipandang tidak fair untuk
merekrut anak didik baru. Tetapi inilah yang terjadi di Indoneisa sekarang.
Mungkin saja beberapa
tempat pelaksanaan dari ujian nasional tersebut berlangsung fair dan tertib.
Akan tetapi di beberapa tempat lain
berlangsung tidak sesuai dengan rencana. Bebrapa rumor pernah mengatakan bahwa
kunci jawaban telah bocor dan tersebar di masyarakat. Rumor yang mengatakan
beberapa guru sengaja membuatkan jawaban kepada siswa, bukan saja agar siswanya
mampu mendapatkan nilai tinggi, tetapi demi mendongkrak reputasi lembaganya.
Cara-cara seperti ini tentu saja tidak fair dan tidak adil. Kalau misalnya hal
terakhir ini terjadi, sangat mungkin anak yang suka bolos, berandalan, dan
tidak pintar bisa lolos dengan nilai tinggi. Penerimaan siswa baru yang di
dasarkan semata-mata atas nilai ujian nasional, sangat tidak mencerminkan
keadilan. Sungguh kasihan anak-anak yang berprestasi dan belajar
sungguh-sungguh bertahun-tahun ditumbangkan oleh mereka yang kebetulan
mendapatkan kunci jawaban pada saat ujian
nasional berlangsung sekitar 3 hari.
Catatan ini
sengaja kita ulangi lagi, semata-mata demi tercapainya rasa keadilan dalam
pendidikan mumpung minggu ini para orangtua dipusingkan oleh kegiatan yang
berkaitan dengan urusan sekolah. Kita sering berbicara soal ketertingalan
dengan negara lain di segala bidang. Satu muara jawaban dari persoalan itu
adalah kualitas penyelenggaraan pendidikan kita. Penyelenggaraan pendidikan
secara formal di Indonesia memang terletak pada sekolah atau lembaga pendidikan
tertinggi. Termasuk juga kursus-kursus yang ada. Tetapi kita tetap mengakui
bahwa penyelenggaraan pendidikan itu juga lingkungan dan keluarga. Karena
berbagai pekerjaan dan karier di Indonesia ditentukan dengan cara-cara formal
seperti menunjukkan ijazah, sertifikat, nilai raport, dan sejenisnya, maka mau
tidak mau kita mengingatkan lembaga formal ini untuk memperbaiki diri.
Paling dasar
sekali pada masalah pendidikan adalah kejujuran dan kemudian kreativitas yang
mengembangkan kemampuan nalar peserta didik. Hanya dengan kejujuran dan
pengembangan nalar itulah kita akan mampu membentuk manusia yang unggul dan
mandiri dna mmapu bersaing dengan pihak manapun dalam kehidupan ini. Mereka
juga akan mampu menjadi filter di sengaja bidang demi kemajuan negara. Tetapi
apabila kemudian pendidikan kita dihiasi dengan ketidakjujuran, bahkan dari
jenjang pendidikan paling rendah, sungguh hasilnya akan merugikan di masa
depan.
Pemerintah
haruslah tau dan memahami fenomena ini. Terhadap pelaksanaan ujian nasional,
pemerintih harus langsung turun tangan ke bawah, bertanya ke masyarakat, kepada
orangtua siswa, juga ke siswa. Tanyakan bagaimana ketegasan psikologis siswa
ketika harus mengikutio ujian nasional, bertanyalah kepada orangtua tentang
efektivitas ujian tersebut, untuk selanjutnya ambillah langkah yang tegas
ketika misalnya ditemukan ketidaadilan dalam pelaksanaan ini.
Kita semua
ingin agar negara ini menjadi maju, mampu bersaing di era globalisasi dalam
bidang pendidikan. Dengan demikian, tidak ada cara yang lebih baik kecuali
memperikan perhatian terhadap masalah pendidikan kita di tanah
air.
Presiden Joko Widodo pada Senin siang, 21 Desember 2015,
menyerahkan penghargaan kepada kepala sekolah yang dinilai paling
berintegritas.Para kepala sekolah dipilih dari 503 kepala sekolah tingkat
menengah pertama, menengah atas, menengah kejuruan,dan madrasah.Mereka dinilai
berdasarkan integritas kejujuran ujian nasional terbaik selama lima tahunterakhir.
Jokowi menganggap kejujuran sebagai nilai-nilai mendasar dalam membangun bangsa.Pendidikan di dalam sekolah bukan hanya secara akademik, tapi sekaligus mental dalam menjaga integritas dan kejujuran.Jokowi menjelaskan pentingnya menjaga integritas khususnya dalam nilai ujian nasional.Presiden menyebutkan kegagalan sejumlah negara akibat tak berhasil menjaga integritas. Nilai-nilai kejujuran, kata dia, harus dikembangkan sejak dini di keluarga dan sekolah. Selama ini nilai dasar kejujuran bangsa Indonesia sudah bagus.
Ia mengungkapkan banyaknya praktek curang dalam ujian nasional. Menurut dia, banyak kepala dinas pendidikan atau kepala sekolah yang bermain curang demi mendapatkan nilai UAN yang baik. "Saat menjadi wali kota atau gubernur, saya tahu itu terjadi.Tapi saya bilang lupakan itu. Bekerja dengan saya bukan seperti itu," tuturnya.Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan 503 sekolah dengan integritas pelaksanaan UN tertinggi diseleksi dari lebih dari 80 ribu sekolah dan madrasah dalam lima tahun terakhir. Indeks integritas diukur dari pola pengerjaan dan kerja sama dalam mengerjakan ujian nasional. "Akhirnya terpilih 218 SMP dan madrasah, 150 SMA, dan 135 SMK, indeksnya 92-99.Lantas Bagaimana dengan kita apakah tetap dengan pola lama ?
Jokowi menganggap kejujuran sebagai nilai-nilai mendasar dalam membangun bangsa.Pendidikan di dalam sekolah bukan hanya secara akademik, tapi sekaligus mental dalam menjaga integritas dan kejujuran.Jokowi menjelaskan pentingnya menjaga integritas khususnya dalam nilai ujian nasional.Presiden menyebutkan kegagalan sejumlah negara akibat tak berhasil menjaga integritas. Nilai-nilai kejujuran, kata dia, harus dikembangkan sejak dini di keluarga dan sekolah. Selama ini nilai dasar kejujuran bangsa Indonesia sudah bagus.
Ia mengungkapkan banyaknya praktek curang dalam ujian nasional. Menurut dia, banyak kepala dinas pendidikan atau kepala sekolah yang bermain curang demi mendapatkan nilai UAN yang baik. "Saat menjadi wali kota atau gubernur, saya tahu itu terjadi.Tapi saya bilang lupakan itu. Bekerja dengan saya bukan seperti itu," tuturnya.Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan 503 sekolah dengan integritas pelaksanaan UN tertinggi diseleksi dari lebih dari 80 ribu sekolah dan madrasah dalam lima tahun terakhir. Indeks integritas diukur dari pola pengerjaan dan kerja sama dalam mengerjakan ujian nasional. "Akhirnya terpilih 218 SMP dan madrasah, 150 SMA, dan 135 SMK, indeksnya 92-99.Lantas Bagaimana dengan kita apakah tetap dengan pola lama ?
Jumat, 05 Februari 2016
SK 123 TAHUN 2015 DIBATALKAN DI TOBA SAMOSIR
Pelantikan
dan mutasi sebanyak 108 orang pejabat struktural eselon II, III dan IV yang
dilakukan mantan Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu saat menjabat sebagai
pelaksana tugas (Plt) Bupati Tobasa yang dituangkan dalam Surat Keputusan
Bupati Tobasa Nomor 123 Tahun 2015 tanggal 23 April lalu akhirnya dibatalkan.
Perintah
pembatalan itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor :
820/5523/0TDA tanggal 4 Nopember 2015 perihal Mutasi Pegawai di Kabupaten
Tobasa yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara.
Pengembalian
jabatan tersebut ditandai dengan penyerahan SK kepada seluruh pejabat
bersangkutan, disaksikan Wakapolres, Kajari Balige, perwakilan Dandim dan
Sekdakab Drs Audi Murphy Sitorus SH MSi, di Aula Kantor Bupati di Balige, Kamis
(4/2)
Pj
Bupati mengatakan, pengembalian ke dalam jabatan semula dituangkan ke dalam SK
Bupati Tobasa No 61/2016. SK ini merupakan tindaklanjut Surat KASN No
B/455/KASN/5/2015/31 Mei 2015, perihal Pembatalan SK Bupati Tobasa No 123/2015.
Surat Mendagri No 820/5523/ OTDA/4 November 2015, perihal Mutasi Pegawai di
Kabupaten Tobasa. Surat Gubsu No 800/16332/BKD/III/2015/2 Desember 2015,
perihal Mutasi Pegawai di Kabupaten Tobasa.
Surat
Mendagri Nomor 830/281/SJ/28 Januari 2016, perihal Ijin Pengembalian ke dalam
jabatan semula (eselon II, III, IV dan Jabatan Fungsional Umum) di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Tobasa dan Surat Gubsu Nomor 800/2193/BKD/III/2016,
tanggal 1 Februari 2016, perihal Ijin Pengembalian ke dalam jabatan semula
(eselon II, III, IV dan Jabatan Fungsional Umum) di lingkungan Pemkab Tobasa.
“Untuk
itu saya berharap, pengembalian jabatan ini, membawa dampak dan manfaat besar,
ke arah lebih baik ke depan serta dapat lebih meningkatkan kinerja guna pencapaian
sasaran di bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,”
ujarnya.
Kepada
pejabat yang dikembalikan ke dalam Jabatan Fungsional Umum (staf), Pj Bupati
berharap dapat menerima pengembalian itu dengan lapang dada. “Sebagai PNS sejati,
hal ini harus dapat diterima dengan baik, dan siap bekerja, memahami tugas dan
tanggung jawab yang diemban dengan sungguh-sungguh, mengabdi seoptimal mungkin
dengan dilandasi kesabaran, ikhlas, tanpa pamrih, berupaya menghindari
perbuatan tercela dan selalu meminta pertolongan Tuhan,” katanya.
Ke-108
pejabat yang dikembalikan ke jabatan semula (eselon II, III, IV dan Jabatan
Fungsional Umum) tersebut. Di antaranya, Salomo HK Simanjuntak, kembali menjadi
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab. Pargaulan Sianipar
Kadishubkominfo, Berliana Sitompul Staf Ahli Bupati. Arifin Silaen, Kadis
Pasar, Tito Siahaan Staf Ahli Bupati, Bangsomen Silaen Kepala BP2TPM, James
Silaban Kepala Bappeda, Budiyanto Tambunan Kaban Kesbangpollinmas. Kasten
Panjaitan Kepala BKD. Eston Sihotang, Kadisnaker, Joni Hutajulu Kadis
Pertanian, Bresman Simangunsong Kadis PU dan Espon Simanjuntak Kepala BPBD.Termasuk
Eselon III dan Eselon IV.
Langganan:
Postingan (Atom)

