SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 2 BALIGE

SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 2 BALIGE "ANDA BERHARAP PERUBAHAN MAKA BEKERJALAH TIDAK SAMA DENGAN KEMARIN"

Jumat, 05 Agustus 2016

Cara Mengukur Keberhasilan Pendidikan di Sekolah



Setiap orang tua berharap agar sekolah bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya, sehingga anaknya kelak akan menjadi orang sukses seperti yang diimpikannya. Namun, banyak orang tua tidak mengetahui cara mengukur apakah anaknya di sekolah mendapat pendidikan yang terbaik atau tidak.
Untuk itulah, orang tua perlu mengetahui indikator keberhasilan pendidikan di sekolah terhadap anaknya. Indikator itu sederhana saja; ia bisa tampak dari kebiasaan sehari-hari anak-anak. Asal kita cermat mengamati dan menanyakan pada anak, maka kita akan langsung bisa mengetahui keberhasilan pendidikan terhadap anak di sekolah.
Berikut cara mengenali tanda-tanda tersebut:
Pertama, semangat berkarya anak. Coba lihat anak-anak kita, apakah setelah belajar di sekolah, ia lalu aktif dalam berkarya. Misalnya, menulis, membuat prakarya, meriset, dan mempraktikan sains. Jika, iya, maka itu pertanda pendidikan di sekolahnya sangat baik, karena telah mampu menumbuhkan semangat berkarya anak-anak. Itulah semangat yang timbul dari pendidikan yang mampu memotivasi anak berkarya.
Jadi, sekolah dengan pendidikan terbaik, bukan sekolah yang membuat anak-anak kita gemerlap dengan nilai bagus, tetapi tidak dapat mengaktualisasikan ilmunya dengan karya. Pendidikan yang bagus adalah mendidikan yang mampu membuat anak termotivasi untuk mempraktikkan ilmunya dengan karya.
Kedua, efek psikologi-kognitif anak. Ya, pendidikan yang baik di sekolah adalah pendidikan yang mampu memberikan efek bagi anak, baik aspek kognitif, misalnya anak menjadi cerdas dan pintar. Atau efek psikologis, yaitu anak menjadi lebih baik dan bijaksana. Jika setelah sekolah anak-anak kita bertambah pintar dan baik, maka itu sekolah yang bagus. Anak-anak harus kita dukung untuk lebih giat belajar di sekolah itu.
Ketiga, dampak sosial. Artinya, setelah anak-anak bersekolah, anak-anak tidak hanya tambah baik dan pintar, tetapi lebih dari itu, anak menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain, keluarga, atau masyarakat. Anak-anak lalu berperan aktif dalam kehidupan sosialnya, sehingga memberikan dampak dalam kehidupan sosial.

Empat orang Siswa-siswi SMP Negeri 4 Balige Ikut Jambore Nasional di Cibubur.

Balige, Bupati Toba Samosir (Tobasa) Ir. Darwin Siagian bertindak sebagai Pemimpin Upacara Pelepasan Peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka Ke- X di Cibubur dari Kwarcab Pramuka Tobasa, bertempat di Halaman Kantor Bupati Tobasa, Kamis (4/8). Drs. Audi Murphy Sitorus, SH., M.Si bertindak sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Tobasa dalam laporannya mengatakan bahwa Kwarcab Pramuka Tobasa akan mengirimkan 32 orang pramuka penggalang, empat orang kakan pembimbing, dan 4 orang kakak pembina untuk mengikuti acara Jambore Nasional ke X Tahun 2016 di Cibubur Jakarta yang akan berlangsung tanggal 14 s.d. 21 Agustus 2016. Kegiatan Jambore Nasional Gerakan Pramuka lanjut Murphy Sitorus yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Tobasa menjelaskan tujuan Jambore Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2016 untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasadarma. Sementara Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian dalam bimbingannya mengatakan kepada seluruh peserta agar dapat meningkatkan kepribadian yang meliputi watak, keterampilan, sikap persatuan dan kesatuan. Menjaga nama baik Kabupaten Tobasa, dan menghayati pengamalan kode kehormatan pramuka yakni Try Satya dan Dasa Darma. Dan manfaatkan sejarah ini dalam hidupmu, karena adik-adik telah beruntung satu kali selama hidupmu. “Saya berharap agar setelah mengikuti Jambore Gerakan Pramuka Nasional pada adik-adik dapat menjadi contoh atau taudan di dalam keluarga dan lingkungannya masing-masing. Dan menjungjung tinggi tingkah laku yang ada pada dasa darma” tegas Bupati Darwin. Turut hadir dalam upacara ini, Wakil Bupati Tobasa Ir. Hulman Sitorus, Sekretaris Daerah Tobasa Drs. Audi Murphy Sitorus, Kepala Dinas Pendidikan Lalo Simanjuntak, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sandy Sibuea, S.Pd, Kabag Humas Albert Sidabutar, Kakan Sat Pol PP Elisber Tambunan, mewakili Dishubkominfo Sesmon TB. Butarbutar, para kepala sekolah dan orang tua masing-masing peserta Jamnas dan tamu undangan lainnya. (BidangKominfo/stb)

Rabu, 13 Juli 2016

orang tua mengantar anak menuju ke sekolah barunya masing-masing.

 Tahun ajaran baru pendidikan sekolah tahun 2016-2017 dimulai Senin (18/7) pekan depan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengimbau orang tua mengantar anak menuju ke sekolah barunya masing-masing.

"Orang tua dan sekolah itu keduanya institusi pendidikan. Kemitraan ini harus kuat. Hari pertama itu awal perjalanan panjang baik SD, SMP, SMA, SMK bagi anak. Karena sepertiga harinya anak di sekolah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Dikatakan Anies, gerakan mengantar anak ke sekolah di hari pertama merupakan cara orang tua dan pihak sekolah untuk saling membangun komunikasi. Dengan begitu, kata Anies, orang tua pun dapat sepenuhnya mempercayakan sang anak saat belajar di lingkungan sekolah.

"Jadi bukan melepas di gerbang. Tapi kita ingin mereka interaksi dengan guru, kepala sekolah, wali kelas," ucap dia.

Bagi pihak sekolah, dia melanjutkan, ketika bertemu dengan orangtua siswa, harus aktif berkomunikasi dengan guru dan pihak sekolah lainnya. Ditambahkannya, pihak sekolah juga harus meminta sejumlah informasi kepada orang tua seputar kepribadian atau hal-hal yang bisa menjadi masalah untuk anak.

"Untuk guru kita ingin mereka menyambut orang tua. Kenalan. Minta kontak informasi. Jelaskan rencana pembelajaran di sekolah ke depan. Minta masukannya dan minta jelaskan hal yang harus diperhatikan untuk anak bapak ibu itu," ujar Anies.

Anies menambahkan, adanya orang tua yang menyempatkan diri datang ke sekolah bersama sang anak, tentu akan menjadi pengalaman yang berkesan. Anak akan bertambah rasa percaya dirinya dan tentu orang tua juga dapat melihat bagaimana lingkungan sekolah maupun kelas yang akan ditempati si anak.

"Hari pertama menjadi momen penting kedua institusi ini berinteraksi. Tentunya akan menjadi pengalaman berkesan bagi si anak. Mari buat pengalaman yang berkesan bagi anak-anak kita. Diantar ke sekolah," terang Anies

Anies pun berharap kepada institusi yang ada di tanah air memberikan sedikit ruang bagi para orang tua, untuk mengizinkan mereka mengantar anak ke sekolah sebelum nantinya kembali bekerja.

"Saya juga minta kepada institusi agar mengizinkan orang tua mengantar anak ke sekolah dulu. Setelah itu mereka baru berangkat kerja," ungkapnya.

Rabu, 29 Juni 2016

PERANAN ORANGTUA,GURU,MASYARAKAT, PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN



Pendidikan merupakan jembatan mencerdasarkan generasi bangsa, pendidikan memiliki peranan yang begitu penting dalam kemajuan negeri ini. Apabila masyarakat memiliki pendidikan yang lebih baik maka kita tidak akan dipandang sebelah mata oleh orang lain bahkan oleh negara lain. Pendidikan merupakan bekal utama dalam kehidupan. Dengan pendidikan kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang boleh dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Akan tetapi kondisi pendidikan saat ini bisa dikatakan sangat memperihatinkan, dimana moral dan sopan santun siswa masih sangat rendah, banyak dari para pelajar yang suka tawuran dengan sesama pelajar, tindak kekerasan,bahkan mereka tidak lagi memliki rasa malu berpegangan tangan dengan lawan jenisnya di tempat umum, hal ini didasari karena kurangnya moral serta ahlak para pelajar.
Murid yang berkarakter didasari dengan lingkungan yang hebat , ada peranan orang tua, guru serta masyarakat dan pemerintah. Anak-anak harus ditanamkan pendidikan moral serta ahlak yang bagus sejak dini, agar mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, seorang guru tidak akan mampu menciptkana siswa yang berkarakter dengan sendirinya, orang tua dan guru harus bekerja sama dalam pendidkan karakter anak yang hebat. Dengan adanya kerjasama yang baik antara guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah maka saya yakin tidak ada anak Indonesia yang akan mengalami kegagalan dan krisis moral. Yang ada hanyalah murid berkarater,berprestasi,budiman,bermoral serta berakhlak mulia membawa nama baik bangsa Indonesia.
1.Orangtua
Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Adapun pendidikan formal tidak sebatas dengan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak mereka di sekolah. Selain itu pendidikan non formal menanamkan tata nilai yang serba luhur atau ahlak mulia, norma-norma, cita-cita, tingkah laku dan aspirasi dengan bimbingan orang tua di rumah.
Ada beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Pertama, dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.
Kedua, memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Orang tua diminta untuk memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.
Ketiga, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Keempat, memantau efektifitas jam belajar di sekolah. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka..
Selain semua hal tersebut di atas ada beberapa hal lain perlu diperhatikan yaitu membantu anak mengenali dirinya (kekuatan dan kelemahannya), membantu anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya, membantu meletakkan pondasi yang kokoh untuk keberhasilan hidup anak dan membantu anak merancang hidupnya.
2.Guru
Seorang guru harus menjadi teladan yang baik bagi para siswa dalam mewujudkan perilaku siswa yang berkarakter, oleh sebab itu bukan hanya seorang siswa yang dituntut memiliki moral dan akidah yang baik seorang guru sekalipun harus memiliki moral serta akidah yang baik sehingga siswa dapat mengambil ibrah dan contoh dari seorang guru tersebut. Apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan terekam dimemori siswa. Seperti  pepatah yang mengatkan “guru kecing berdiri murid kencing berlari” didalam pepatah ini kita dapat mengambil kesimpulan apabila kita memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak didik kita maka jangan heran jika suatu saat nanti siswa kita akan melakukan hal yang lebih parah dari kita. Maka dari itu seorang guru harus mampu memberikan contoh-contoh yang baik bagi peserta didiknya.
Sebagai seorang guru atau pendidik kita harus membekali diri dengan niat yang tulus dan sifat ikhlas supaya menjadikan anak didik kita menjadi generasi penerus bangsa yang hebat serta berkarakter. Bukan itu saja guru juga harus membekali dri dengan kreatifitas yang tinggi dan kompetensi yang cukup. Sifat ikhlas inilah yang jarang dimiliki oleh seorang guru,banyak diantara mereka merasa apa yang mereka sampaikan tidaklah setimpal dengan gaji yang mereka dapatkan, sehingga akibatnya ketika mereka berada di dalam kelas mereka tidak sepenuhnya. Kadang mereka menyampaikan materi tidak sepenuhnya alhasil materi ini disambung ketika les, nah les inilah yang diharapkan nanti oleh para guru untuk mendapatkan uang atau gaji tambahan (tapi tidak semua guru loh seperti itu). Ini semua terjadi karena guru melupakan aspek ikhlas, andaikan saja guru ikhlas mengajar maka keihklasan ini akan memberikan semangat tanpa batas pada guru untuk berusaha keras membuat anak didik mereka paham akan materi yang disampaikan. Semangat keikhlasan ini akan mampu meluluhkan hati dan jiwa keras anak didik kita.
Nah guru hebat ini menjadi tugas utama kita, menanamkan sifat ikhlas serta niat yang tulus dalam mendidik generasi penerus bangsa, seorang siswa bukanlah semata-mata mereka yang bertatapan muka dengan kita setiap harinya, melainkan mereka adalah ladang surga bagi kita nantinya (aamiin), ilmu yang kita sampaikan kepada mereka akan tertanam dan selalu diingat oleh mereka, suatu saat nanti ketika mereka beranjak dewasa dan menjadi seorang guru seperti kita, ilmu yang pernah mereka dapatkan dari kita akan samapi ke anak didik mereka samapi seterusnya, itulah ilmu tanpa ada habisnnya selalu mengalir seperti air, sungguh mulia tugas menjadi seorang guru, berbanggalah kita sebagai guru hebat yang melahirkan murid-murid berkaraketer.
3.Masyarakat
 Masyarakat selaku pengguna jasa lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk mengembangkan serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan proses pendidikan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan mutu pelayanan pendidikan. Selain itu masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana dan pengguna hasil. Peran serta masyarakat dapat berbentuk:
a.     Pendirian dan penyelenggaraan satuanpendidikan pada jalur pendidikan sekolah.
b.     Pengadaan dan pemberian bantuan tenafga kependidikan untuk membantu melaksanaan pengajaran, bimbingan atau pelatihan peserta didik.
c.      Pengadaan dan pemberian bantuan tenaga ahli untuk membantu pelakanaan kegiatan belajar   
mengajar, penelitian atau pengembangan.
d.     Pengadaan atau penyelenggaraan program pendidikan yang belum diadakan, untuk menunjang pendidikan nasional.
e.     Pengadaan dana dan pemberian bantuan yang dapat berupa hibah, sumbangan, pinjaman, beasiswa dan bentuk lainnya untuk melaksanakn kegiatan belajar mengajar.
f.       Pengadaan dan pemberian bantuan buku pelajaran dan peralatan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
g.  Pemberian kesempatan untuk magang atau latihan kerja.
h.  Pemberian antuan bagi penyelenggaraan satuan pendidikan dan pengembangan   
     pendidikan nasional.
i.  Pemberian pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan penentuan   
    kebijaksanaan
     penyelenggaran pengembangan pendidikan.
j. Pemberian bantuan dan kerjasama dalam kegiatan penelitian dan pengembangan.
k. Keikutsertaan dalam program pendidikan dan penelitian yang diselenggarakan
    oleh   pemerintah di dalam dan di luar negeri.

4.Pemrintah

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) mengamanatkan bahwa Pemerintah Negara Indonesia harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan demikian, Pemerintah diwajibkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional bagi seluruh warga negara Indonesia.
Pemerintah memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, utamanya mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana minimal berupa gedung sekolah yang layak, hingga sampai pada ketersediaan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya. Bagi sekolah-sekolah yang berada di perkotaan, sekolah yang rusak berat dan masih belum direhabilitasi sangat banyak ditemui, apalagi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Dengan kata lain, sekolah-sekolah diperkotaan saja kondisinya masih demikian, apalagi di pelosok Indonesia. Selain ketersediaan sarana dan prasarana fisik dan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya yang masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah NKRI, kurikulum pendidikan dasar pun menjadi permasalahan.
 Kurikulum yang seringkali berubah seiring dengan pergantian rezim pemerintahan menyebabkan anak-anak usia sekolah dasar menjadi korbannya. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan anak-anak yang berfikirnya belum terbentuk, anak-anak tersebut masih dalam tahap amati dan tiru, belum sampai tahap modifikasi. Selain itu, beban kurikulum yang berat menyebabkan anak-anak kehilangan kreativitasnya karena hanya dibebani dengan mata pelajaran yang terkonsep dan berpola baku secara permanen. Artinya, apa yang di dapat di sekolah, itulah yang ada pada dirinya, tanpa kecuali. Pemerintah harus menyadari bahwasannya anak-anak merupakan investasi masa depan sebuah bangsa. Merekalah yang kelak akan mengisi ruang-ruang proses berbangsa dan bernegara. Wajar saja ketika banyak orang menyerukan bahwa anak adalah bibit-bibit atau tunas yang harus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Merekalah pewaris masa depan, tulang punggung dan harapan bangsa dan negara ada di pundak mereka. Namun, harapan itu ternyata masih membentur tembok yang sangat besar. Ternyata masih banyak di temukan anak-anak kurang mampu harus berhenti sekolah karena tidak memiliki biaya. Sering dijumpai bahwa anak-anak Indonesia harus dipaksa mengemis demi menghidupi keluarga, melakukan tindak kriminal dan terlantar karena ketimpangan ekonomi. Tidak jarang pula anak-anak seringkali menghadapi bentuk-bentuk kekerasan baik fisik maupun non fisik. Padahal, anak-anak Indonesia harusnya berada di rumah, belajar dengan baik dan menikmati tugas-tugas bagi tumbuh kembang diri mereka. Disinilah peran pemerintah harus ditingkatkan dalam rangka peningkatan pendidikan anak-anak Indonesia. Pendidikan Karakter merupakan proses pemberian tuntunan peserta/anak didik agar menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. Peserta didik diharapkan memiliki karakter yang baik meliputi kejujuran, tanggung jawab, cerdas, bersih dan sehat, peduli, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendiknas meluncurkan sebuah program pendidikan, yang dikenal dengan Pendidikan Karakter. Dominasi ranah kognitif dan psikomotorik harus dikurangi, ranah afektif sudah seharusnya menjadi fokus utama. Sehingga terbentuklah manusia-manusia yang berkarakter luhung, berbudi pekerti tinggi. Manusia-manusia seperti inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya tinggi. Pendidikan karakter dibutuhkan untuk mencegah setiap perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang dapat merusak pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, semua peran sangat dibutuhkan untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia agar pendidikan di Indonesia mengalami pemerataan, peningkatan dan perubahan yang signifikan. Pendidikan Karakter bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang hal yang baik dan buruk, kemudian membuat hal yang baik menjadi suatu kebiasaan. Budaya ini harus dipelihara agar pendidikan di Indonesia berkembang dan bisa menjadi daya saing bagi pendidikan lainnya secara global.




Kamis, 23 Juni 2016

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SMP NEGERI 4 BALIGE

Berdasarkan Surat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Toba Samosir No.:1609 tahun 2016,tentang petinjuk teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Tahun Pelajaran 2016/2017 maka SMP Negeri 4 Balige akan menerima Peserta Didik Baru dengan sistem rayon bebas khusus untuk SD/MI kota Balige

SYARAT & KETENTUAN PENDAFTARAN SISWA BARU

1.PENDAFTARAN :

a.Tanggal 27 – 30 Juni 2016
b.Tempat SMP Negeri 4 Balige pada Jam kerja, pukul 08:00 – 14:00 WIB
2.SYARAT – SYARAT PENDAFTARAN
A.Persyaratan Umum
a. telah lulus dan memiliki ijazah SD/MI/SDLB/Program Paket A;
b. memiliki SKHUN SD/MI/SDLB; dan
c. berusia paling tinggi 18 (delapan belas) tahun pada awal tahun pelajaran baru.

B.Persyaratan Khusus
a.Peserta yang dapat mendaftar dari SD/MI kawasan Kota Balige,dan diluar kabupaten Toba Samosir
b.Calon Peserta Didik mendaftarkan langsung kepada Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dengan ketentuan: pakaian bebas dan rapi, tidak menggunakan sandal dan mengisi formulir pendaftaran yang diberikan panitia
c.Menyerahkan SKHUN Sementara Asli dan fotokopi yang sudah dilegalisir 1 Lembar
d.Menyerahkan pas foto ukuran 3 X 4 sebanyak 3 lembar, dengan ketentuan: memakai seragam sekolah, laki-laki latar biru, perempuan latar merah.
e.Semua berkas dimasukkan kedalam map (laki-laki map biru dan perempuan map merah)
f.Apabila calon siswa yang bersangkutan mencabut/menarik berkasnya kembali, maka haknya dinyatakan gugur sebagai calon siswa/peserta ujian dan tidak diperbolehkan kembali untuk mendaftar.
3.SELEKSI
Berdasarkan Hasil perolehan Nilai Mata Pelajaran Bahasa Indonesia,Matematika,IPA,diurutkan Total Nilai tertinggi sampai batas jumlah daya tampung

4.DAYA TAMPUNG DAN KELULUSAN
a.Daya Tampung 7 rombel
b.Pengumuman Jumat,1 Juli 2016
c.Pendaftaran Ulang tanggal 2,11,12 Juli 2016 di SMP Negeri 4 Balige

d.Masa Orientasi Sekolah (MOS) tanggal 14-16 Juli 2016


Kepala Sekolah,


Haposan Simaremare,S.Pd
NIP.19700909 199702 1 001

Rabu, 25 Mei 2016

Jurusan IPA dan IPS nasibmu begitu malang.



Muncul beberapa persoalan terkait dengan sertifikasi guru yang tidak sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, ketika melakukan validasi di data dapodik yang diluncurkan oleh badan pengembangan sumber daya manusia. Beberapa guru tidak tervalidasi datanya di sistem dapodik. Sistem dapodik melakukan validasi berdasarkan kode sertifikasi berdasarkan jenjang mengajar dan bidang studi yang diajarkan atau bidang studi sertifikasi. Seperti contoh kode mata pelajaran Fisika kode 184 hanya ada di jenjang SMA atau SMK.Untuk SMP Mata pelajaran IPA Terpadu Kode 097, Sementara kenyataan dilapangan di tingkat SMP Mata pelajaran IPA diajarkan adalah  Fisika dan Biologi ,Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan kode 100, hanya ada di jenjang SMP. Sementara mata pelajaran fisika dengan kode 184 dan biologi kode 180 hanya ada di jenjang SMA atau SMK.
Hal ini sudah banyak terjadi dikalangan guru-guru. Seperti guru yang di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang disertifikasi sebagai guru kelas, mengajar di SMP dengan sertifikasi sejarah, ekonomi, geografi, fisika dan biologi, bahkan guru di sekolah teknik yang sekarang hanya ada bidang studi keterampilan yang disertifikasi sebagai keterampilan teknik.
Tunjangan sertifikasi guru yang tidak dapat di bayarkan sebagai contoh kasus ketika seorang guru sejarah yang disertifikasi di jenjang pendidikan SMA, dan setelah beberapa lama karena jenjang karier, guru yang bersangkutan diangkat menjadi kepala sekolah di SMP. Sebagai kepala sekolah untuk dapat dibayarkan tunjangan sertifikasinya maka dia harus mengajar untuk mencukupi jamnya menjadi 24 jam per minggu. Namun di jenjang SMP, mata pelajaran sejarah tidak diajarkan atau tidak ada, sehingga kepala sekolah atau guru tersebut mengajar IPS Terpadu dengan mangambil materi sejarah untuk diajarkan. Dalam pelaksanaannya hal ini tidak salah, namun di data sistem dapodik, hal ini tidak dapat diterima atau tidak valid, karena sistemnya menganggap guru yang desertifikasi bidang studi sejarah tidak dapat mengajar IPS Terpadu. Bahkan ada yang mengatakan sistem dapodik SMP berada dalam jenjang pendidikan dasar, sedangkan SMA berada dalam jenjang pendidikan menengah. Pertanyaan yang muncul, bagaimana penyelesaiannya jika terjadi hal sebaliknya? Seperti:
  1. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi dan mengajar IPS Terpadu atau Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Biologi, Fisika dan mengajar IPA Terpadu
  2. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi, Biologi dan Fisika, dan sekarang dipindahkan ke SMA
  3. Disertifkasi Guru Kelas, mengajar di Sekolah Luar biasa dan
  4. Bagaimana pula nasib guru yang di sertifikasi tidak sesuai dengan Ijazah S1? seperti guru PKn dengan S1 Jurusan Agama
  5. Kenapa Hanya Untuk  Jurusan Rumpun IPA dan IPS saja ini menjadi masalah  sementara jurusan yang lainnya tidak masalah?.Artinya Guru Penjas dari SMP Dapat menjadi Kepala Sekolah di SMA dan tetap dapat tunjangan sertifikasi guru.