SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 2 BALIGE

SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 2 BALIGE "ANDA BERHARAP PERUBAHAN MAKA BEKERJALAH TIDAK SAMA DENGAN KEMARIN"

Jumat, 19 Oktober 2012

SMP NEGERI 1 AJIBATA DALAM KEGIATAN 7K

Kegiatan sekali seminggu untuk program 7K telah digalakkan di SMP Negeri 1 Ajibata Salah satunya  untuk kepedulian lingkungan membersihkan selokan yang sudah  rusak  sehingga merusak jalan yang sehari-harinya dilalui oleh keluarga besar SMP Negeri 1 Ajibata. Kegiatan ini berlangsung pada hari rabu  17 Oktober 2012 di sepanjang jalan kawasan penduduk menuju sekolah.

Rabu, 18 April 2012

BEREMPATI DI KALA UJIAN NASIONAL

Berempati Dikala Ujian Nasional
KESIBUKAN menyongsong Ujian Nasional (UN) sudah dirasakan jauh-jauh hari lalu. Tak hanya sibuk, rasa cemas, panik menjadi terasa sejak siswa mulai memasuki kelas terakhir pada jenjang pendidikannya. Semua bermuara pada satu tujuan, yaitu kelulusan. Mereka harus rela dijejali  bermacam-macam materi yang kelak diujinasionalkan.
Tidak puas di sekolah, siswa masih harus mengikuti pelajaran tambahan di bimbingan belajar yang andal dan favorit. Kelulusan seolah menjadi hal mutlak yang harus dicapai siswa, kelulusan 100 persen harus dihasilkan sekolah, harus diraih kabupaten, provinsi dan akhirnya hasil 99,99 persen  dicapai di tingkat nasional. Itulah yang dimaui pemerintah, bahwa pendidikan kita berhasil, pendidikan kita sukses, semua siswa mampu menembus evaluasi, standardisasi nasional.
Padahal, kalau mengamati secara cermat, kondisi siswa kita beragam. Ada beberapa murid yang masa bodoh dan tidak peduli, beberapa murid serius, beberapa lagi harus berjuang dan belajar keras. Berawal dari keberagaman itulah muncul kekhawatiran, bagaimana mungkin angka seratus persen dapat tercapai? Tuntutan dari kepala sekolah, tuntutan Dinas dan tuntutan orangtua siswa membuat guru menghadapi dilema etika, yaitu kondisi dimana seseorang dihadapkan pada pilihan dan kemungkinan-kemungkinan yang sulit, menantang dan pada umumnya tidak disukai.
Namun seseorang tersebut harus membuat keputusan untuk memecahkan dilema tersebut (Shapiro: 2005). Ada dilema etik antara kepedulian (care) dan aturan (rules) di sini. Di satu sisi kode etik sebagai guru profesional harus dijunjung tinggi, di sisi lain guru merasa harus berempati, harus menolong siswanya, harus menyenangkan orangtua siswa, harus mengharumkan nama besar sekolahnya, harus memenuhi target kelulusan 100 persen. Inilah yang kemudian menggiring beberapa guru, kepala sekolah atau sekolah kepada upaya-upaya yang tidak etis untuk mencapai hasil yang paling baik di sekolahnya.
Sikap dan perlakuan empati seorang guru kepada siswa merupakan tuntutan mutlak untuk mencapai hubungan yang harmonis dan edukatif. Proses pendidikan pada salah satu jenjang berlangsung tidak sebentar, masa tiga tahun kebersamaan guru dan siswa harusnya tidak bermuara kepada 3-4 hari dengan persembahan empati yang ‘bernoda’. Seperti kata pepatah, nila setitik, rusak susu sebelanga.
Pada saat pelaksanaan UN, tidak banyak yang bisa kita berikan kepada siswa. Wujud empati yang dapat kita tawarkan dapat berupa empati fisik, psikis dan empati lingkungan. Pertama, empati fisik dapat kita berikan antara lain menyediakan sekadar beberapa butir permen di ruang-ruang kelas. Terutama permen jahe. Dengan mengonsumsi dua buah permen jahe, menurut peneliti di India Central Food Technological Research Institute, bisa mengurangi risiko mual dan heartburn atau naiknya asam lambung, yang bisa disebabkan perasaan cemas. Empati fisik lain adalah dengan memberikan ìpinjamanî pensil dan penghapus kepada siswa.
Kedua, Empati psikis. Kesiapan mental merupakan kunci utama kesuksesan siswa dalam mengerjakan soal. Kondisi tersebut harus bisa guru berikan kepada siswa dengan menjadi pengawas ruang yang ‘wajar’, tidak over acting, apalagi sampai membuat kenyamanan dan ketenangan siswa  terganggu. Ketiga, empati lingkungan. Ketenangan dan kenyamanan lingkungan merupakan bentuk empati yang harus diberikan kepada siswa. Suasana hiruk pikuk diupayakan diminimalisir. Kenyamanan dan kelayakan ruangan, pengaturan tempat duduk, posisi pengawas, bahkan sampai kebersihan ruangan.
Wujud empati lain yang bisa dilakukan adalah menjaga keberlangsungan UN dengan amanah. Menjadi pengawas UN sesuai tugas pokok dan fungsinya, menjadi penyelenggara dan panitia rayon UN yang jujur, andal dan beretika dan menjadi orangtua yang memberikan rasa aman, kenyamanan serta doa restu kepada anaknya.
Hasil pendidikan yang diharapkan bukan sekadar mencetak siswa yang pintar, namun lebih dari itu, pintar dan berbudi pekerti luhur.dongan dang tarhilala musu dang habiaran.....

Jumat, 13 April 2012

JUJUR DAN BERPRESTASI

Kondisi selama ini menunjukan bahwa kecurangan pada saat ujian bukan hanya dilakukan oleh siswa semata akan tetapi dilakukan juga oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab,"

Seharusnya, hal semacam itu tidak boleh dibiarkan terus berlanjut dan pemerintah harus menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kalau perlu diumumkan saja sekolah yang terbukti melakukan kecurangan pada saat UN agar masyarakat mengetahuinya.

sangat sulit untuk mewujudkan hasil pendidikan yang jujur dan berprestasi, jika itu hanya diharapkan pada saat UN berlangsung.

"Karakter jujur itu tidak datang dengan sendirinya, menanamkan kejujuran harus dimulai sejak dini dan juga dilatih sejak awal dalam proses pembelajaran di sekolah," ujarnya.

Pengawasan pelaksanaan UN tahun ini harus diperketat karena disinyalir kecurangan UN masih dapat terjadi jika tidak ada komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mewujudkan UN yang jujur tersebut.

"Kita berharap pelaksanaan UN tahun ini dapat menghasilkan prestasi siswa yang meningkat, tidak saja nilai kognitif tetapi juga nilai afektif dan psikomotoriknya. Masyarakat juga diminta untuk ikut serta memantau dan mengawasi pelaksanaan ujian siswa, agar kecurangan UN dapat dihindari,"

Pelaksanaan UN pada tahun ini akan mulai dilaksanakan pada tingkat SMA/MA yang digelar pada tanggal 16-19 April 2012. Kemudian UN dilanjutkan untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB tanggal 23-26 April 2012, serta tingkat SD/MI/SDLB akan digelar pada tanggal 7-9 Mei 2012.Selamat Ujian dan semoga lulus dengan predikat bagus.

Selasa, 13 Desember 2011

MENJADI PEMENANG   :BERTANDING DENGAN GIGIH

Menjadi Pemenang: Bertanding Dengan Gigih
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” 1 Korintus 9:24
Rasul Paulus merupakan rasul yang luar biasa dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan injilNya. Begitu banyak hikmat yang luar biasa Tuhan berikan melalui Paulus. Salah satunya adalah hikmat tentang bagaimana seorang olahragawan bertanding dengan begitu rupa.
Olahragawan atau yang kita kenal dengan sebutan atlit, bertanding dengan begitu gigihnya untuk dapat meraih kemenangan. Sang atlit tidak akan menyerah hingga pertandingan usai. Selama pertandingan masih berlangsung, maka dia akan mengerahkan berbagai macam upaya dan segala teknik yang dimilikinya agar dapat menang.
Sang atlit akan memaksimalkan tenaga dan energi yang dia miliki agar pertandingan yang dia jalani dapat berjalan dengan baik. Bahkan dia akan sangat ‘ngotot’ agar dapat meraih kemenangan. Menjadi juara adalah suatu posisi yang sangat diidam-idamkan oleh atlit. Dan jika sang atlit dapat menjadi juara, dia memperoleh prestise dan kebanggaan yang tak ternilai harganya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Selama waktu belum habis, maka sang atlit akan terus bertanding dengan gigih. Bahkan jika dalam posisi ketinggalan-pun dia akan berusaha dengan berbagai upaya agar dapat menyaingi dan mengalahkan lawannya.
Untuk medali/piala-lah sang atlit akan berjuang dengan maksimal, sehingga dia dapat pulang membawa tanda kemenangannya yaitu piala yang diraihnya.
Kegigihan yang dimiliki sang atlit/olahragawan inilah yang harus kita miliki juga sebagai seorang pengikut Kristus.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berbagai rintangan apapun yang menghadang, berbagai upaya apapun yang dilakukan oleh lawan kita yaitu si iblis untuk mengalahkan kita, kita harus tetap gigih berjuang dan memenangkan pertandingan ini.
Jika kita jatuh dalam satu titik, maka kita harus bangkit kembali. Kita tidak boleh menyerah hanya karena satu kekalahan dalam langkah kita. Kita harus berani bangkit kembali dan terus bertanding untuk memenangkan pertandingan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tidak ada kata selesai atau menyerah selama kita masih hidup di dunia ini. Karena selama masih hidup, maka kita masih harus terus bertanding.
Bagai sang atlit, saat kita tertinggal atau dalam posisi kalah, kita tidak boleh patah semangat. Kita tidak boleh berhenti di titik tersebut, karena pertandingan belum selesai. Kita harus bangun, berlari dan merebut kembali kemenangan itu.
Dalam posisi menang-pun kita juga tidak boleh lengah, karena lawan selalu mengintai di belakang kita. Sekali saja kita lengah, maka kita akan dengan mudah dikalahkan oleh lawan.
Dan satu-satunya kekuatan bagi kita untuk dapat memenangkan pertandingan adalah dengan mengandalkan Yesus dalam setiap pertandingan yang kita jalani.
*courtesy of PelitaHidup.com
Arahkan mata kita hanya kepada Yesus, karena Dialah yang akan menuntun kita, memberi kita kekuatan, memberi kita kemahiran dalam bertanding, memberi kita jalan keluar untuk dapat memenangkan pertandingan yang kita jalani.
Ibarat pelatih yang senantiasa memberi arahan dan mengajarkan bagaimana sang atlit dapat memenangkan pertandingan, maka hanya dalam Yesus-lah kita dapat memperoleh hikmat untuk dapat menjadi pemenang. Dia sendiri yang akan mengajar kita untuk bertanding dengan baik untuk memperoleh mahkota yang telah Dia siapkan bagi kita.
Jangan menyerah, karena pertandingan belum berakhir. Jangan berhenti, karena masih ada harapan. Jangan takut, karena lawan kita tidak lebih baik dari kita. Jangan kuatir, karena kita akan mendapat kekuatan baru untuk bangkit. Dan ada Yesus yang dapat menjadikan kita sebagai ‘atlit’ yang mahir dan siap menjadi pemenang serta menerima piala kemenangan.Amin

MENJADI ORANG BERSEMANGAT DAN OPTIMIS MENGHADAPI MASALAH



Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat  yang patah?” Amsal 18:14


Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang  selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhanpun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.

Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” 1 Kor 10:13
Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya.  Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu  menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya.  Dalam  menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.

Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.
Allah tidak tinggal diam, Ia tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat itu. Ia membiarkan Elia istirahat dan tertidur, kemudian Allah mengirim malaikatNya untuk memberi makan Elia. Allah juga datang  untuk memberikan semangat kepadanya dan memperkuat imannya di gunung Horeb itu. Allah sesungguhnya  tidak akan meninggalkan nabi ataupun umat-Nya yang setia.
Ketika anak-anak Tuhan putus asa dimanapun mereka berada, melalui Yesus Kristus mereka dapat memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi.
Orang yang bersemangat adalah orang yang tidak mau menyerah, dan tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun hal itu kurang baik. Tindakan/perbuatannya tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan.  Mengapa demikian ? Karena, ia memiliki  target dan tujuan yang ingin dicapainya. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya karena bersama dengan Allah akan mampu untuk menghadapi setiap kesukaran.
Kalau kita berani bertindak lakukan sesuatu kebenaran, Tuhan pasti menolong, Tuhan juga pasti membela FirmanNya. Jadi, jangan takut, hadapilah setiap persoalan, jangan lari, Tuhan memberi kekuatan agar kita dapat meraih keberhasilan.
Saudara terkasih....jangan hakimi temanmu...jangan marah marah...dukung dia...kalau dia salah tegur dia...nasiahati dia...dan jangan lupa utk mendoakannya....percayalah jika dengan benar dan dengan iman engkau mendoakannya maka engka juga akan menerimanya sama halnya dengan yg engkau doakan itu....salam damaiku utk kita semua.Selamat menjelang Natal 25-26 Desember 2011 dan Tahun Baru  1 Januari 2012 Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin 

Sabtu, 26 November 2011

DIRGAHAYU HUT GURU KE- 66


Rekan-rekan (Guru) sekalian yang kami sayangi, Marilah kita bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nikmat yang diberikan kepada kita semua, terutama atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa pada  kita Semua, yang pada  hari ulang Tahun Guru di seluruh Tanah Air khususnya Kabupaten Toba Samosir
Rekan-rekan yang berbahagia,  dengan bertambahnya usiamu, ini bertambah pula tugas, kewajiban dan tanggung jawabmu, bertambah pula masalah yang kamu hadapi. Semuanya itu hendaknya dipandang sebagai kewajiban, janganlah dipandang sebagai beban. dengan demikian bertambah usia semakin bertambah dewasa.
Biarpun Keadaan Kita Sekarang agak berat dengan kenyataan yang kita rasakan dan kita alami dalam berbagai hal semua itu adalah kehendak yang diatas,tentunya diatas kita  para pejabat di Diknas, Keuangan, BKD,Sekda dan Bupati yang membuat segala peraturan menguntungkan rakyat (siapa rakyatnya) dan merugikan kaum yang tidak berpengaruh dalam membuat segala kebijakan di daerah ini istilahnya dalam adat Batak Toba partinanggo alias ( guru). Ketika di telisik  sedikit keluhan yang dialami guru,memang kurang mendapatkan  ketidakadilan, yang masa kerja lama dan golongan tinggi contohnya : ULP ,Insentif  guru yang sudah gol IV keatas potongan 15 % , gol.dibawahnya potongan 10% dan 5% sementara penghasilan kotornya  sama sementara ketika dilihat keadaan di pegawai struktural yang tunjangan untuk setiap golongan berbeda-beda sehingga.Siapa yang salah ??? Memang sih… kita sudah dapat tunjangan sertivikasi guru tentunya ,mendapat penghasilan satu bulan gaji pokok yang tetap mendapat potongan sebesar diatas,ketika dibandingkan dengan daerah lain tentang gaji pokok yang mereka terima itu telah disesuaikan berdasarkan gaji pokok terbaru,tetapi lain halnya dengan daerah kita yang tetap mendapat tunjangan berdasarkan gaji pengusulan pertama.Kenapa bisa seperti itu alasannya simpel saja  berdasarkan juknis,Juknisnya dari mana ??? itulah kekuasaan yang diatas tadi karena dapat berubah berdasarkan aturan daerah masing-masing yang notabene semuanya Negara Kesatuan Republik Indonesia, kasihan de lho…….. ketidakadilan yang memang tidak layak kita peroleh tapi yakinlan suatu saat pasti akan berubah.
Rekan Semua, hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu, hilangkan kesan-kesan cengeng di masa sebelumnya. Untuk itu gantilah sikapmu dengan sikap yang lebih dewasa tanpa harus menghilangkan sikap dan kepribadianmu sebagai layaknya seorang guru propesional yang telah engkau bina sebelumnya.
Semoga apa yang menjadi cita-citamu di usiamu ini semakin meningkat itu akan menjadi kenyataan di atas rido dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin!
Rekan Semua, akhirnya sekali lagi saya sampaikan selamat berulang tahun semua kawan guru semoga berbahagia sebagaimana yang engkau inginkan. Terima kasih dan mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan. DIRGAHAYU HUT GURU KE- 66 .